Thursday, April 17, 2014

Tugas 2: Etika & Profesionalisme TSI

1. Beri contoh kasus dan jelaskan tentang gangguan pemanfaatan teknologi system informasi dalam kehidupan sehari-hari yang dapat menyebabkan seseorang atau pihak lain terganggu! 

2. Mengapa muncul gangguan dalam pemanfaatan teknologi system informasi, jelaskan! 

3. Untuk mengatasi gangguan yang muncul pada pemanfaatan teknologi system informasi, langkah-langkah apa saja yang harus dilakukan baik dari pengguna maupun dari pihak pemerintah? 

Jawab:

1. Mencopy-paste suatu tulisan atau apapun dari internet dengan tujuan memasarkan untuk kepentingan pribadi maupun umum yang akhirnya merugikan pihak pembuatnya.

2. Karena belum adanya peraturan hukum yang pasti dan jelas dalam berinternet. Walaupun sudah diterbitkan peraturan tentang berinternet, peraturan tersebut tidak banyak dipatuhi oleh masyarakat umum karena kurangnya kesadaran mereka akan pentingnya hak cipta suatu karya. 

3. Pemerintah harus menindaklanjuti secara tegas apabila terjadi gangguan pemanfaatan teknologi dengan memberikan sanksi yang keras dan tegas, agar para penyeleweng tidak melakukan pelanggaran lagi di waktu depan. Sedangkan dari pihak pengguna, harus meningkatkan kesadaran akan pentingnya hak cipta suatu karya, dengan tidak mencopy paste apapun tanpa seijin pencipta suatu karya.

»»  READ MORE...
Wednesday, March 19, 2014

Tugas 1 Etika

Etika pada Teknologi Sistem Informasi :

Etika berasal dari bahasa Yunani, “ethikos” yang berarti “timbul dari kebiasaan” adalah sebuah sesuatu dimana dan bagaimana cabang utama filsafat yang mempelajari nilai atau kualitas yang menjadi studi mengenai standard dan penilaian moral. Etika mencakup analisis dan penerapan konsep seperti benar, salah, baik, buruk, dan tanggung jawab.

Sedangkan, Teknologi system informasi (TSI) merupakan suatu system pengolahan data keuangan dan pelayanan jasa perbankan secara elektronis dengan menggunakan sarana komputer, telekomunikasi, dan sarana elektronis lainnya.


Etika yang harus dilakukan oleh:


a. Pengguna Teknologi Sistem Informasi


Merupakan etika dari semua elemen di dalam suatu lingkungan kerja yang akan menggunakan TSI. Pengguna yang ada di lingkungan kerja harus bertanggung jawab untuk mengimplemetasikan etika dan profesionalisme TSI untuk menghindari isu-isu etika.

Etika dan moral mendapat perhatian yang lebih dalam menggunakan TIK, terutama dalam perangkat lunak (software).

Masalah software kaitannya adalah masalah hakikat dan kekuatan hukum kepemilikan dalam menciptakan suatu kepemilikan, suatu hasil karya baru maka perlu adanya perlindungan hukum dari pembajakan maupun illegalitas.

Etika yang harus dilakukan oleh pengguna teknologi system informasi menghormati hak cipta orang lain dalam hal penggunaan teknologi informasi, tidak merugikan orang lain dan sebagainya.



b. Pengelola Teknologi Sistem Informasi

Merupakan etika dalam hal harus mampu memberikan informasi yang benar, tepat, dan dapat bertanggung jawab atas informasi yang disampaikan karena merupakan bahan referensi dalam membuat keputusan. Ketidak akurasian informasi dapat menimbulkan hal yang merugikan diri sendiri maupun orang lain. Sebagai pengelola teknologi system informasi harus melaksanakan tugasnya sebagai pengelola dan tidak menyimpang dari ketentuan yang telah ditetapkan. Menjaga kerahasiaan yang dikelolanya.

c. Pembuat Teknologi Sistem Informasi

Merupakan etika dalam hal harus menghargai hak cipta, yaitu hak yang dijamin oleh kekuatan hukum yang melarang penduplikasian kekayaan intelektual tanpa izin yang berhak. Pembuat dalam hal merancang suatu teknologi informasi harus memperhatikan etika TSI. Tidak menjadi mengambil ide/info dari orang lain secara illegal. 

Contoh dalam kehidupan sehari-hari tentang etika dalam Teknologi Sistem Informasi :

Menggunakan software yang original (berlisensi) bukan bajakan.
»»  READ MORE...
Thursday, January 23, 2014

Tugas 3 Pengantar Telematika

1. Jelaskan salah satu metode yang digunakan untuk mengamankan layanan telematika!

Layanan Informatika di Bidang Informasi
Penggunaan telematika dan aliran informasi harus berjalan sinkron dan penggunaanya harus ditujukan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, termasuk pemberantasan kemiksinan dan kesenjangan, serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Selain itu, teknologi telematika juga harus diarahkan untuk menjembatani kesenjangan politik dan budaya serta meningkatkan keharmonisan di kalangan masyarakat. Salah satu fasilitas bagi masyarakat untuk mendapatkan informasi yaitu melalui internet dan telepon. Ada baiknya bila fasilitas publik untuk mendapatkan informasi terus dikembangkan, seperti warnet dan wartel. Warung Telekomunikasi dan Warung Internet ini secara berkelanjutan memperluas jangkauan pelayanan telepon dan internet, baik di daerah kota maupun desa, bagi pelanggan yang tidak memiliki akses sendiri di tempat tinggal atau di tempat kerjanya. Oleh karena itu langkah-langkah lebih lanjut untuk mendorong pertumbuhan jangkauan dan kandungan informasi pelayanan publik, memperluas pelayanan kesehatan dan pendidikan, mengembangkan sentra-sentra pelayanan masyarakat perkotaan dan pedesaan, serta menyediakan layanan “e-commerce” bagi usaha kecil dan menengah, sangat diperlukan. Dengan demikian akan terbentuk Balai-balai Informasi. Untuk melayani lokasi-lokasi yang tidak terjangkau oleh masyarakat.


2. Jelaskan menurut pendapat masing-masing tentang salah satu contoh kasus yang terdapat dalam kehidupan sehari-hari mengenai gangguan yang muncul dalam mengakses layanan telematika!

Menurut pendapat saya salah satu contoh kasus yang terdapat dalam kehidupan sehari-hari mengenai gangguan yang muncul dalam mengakses layanan telematika adalah Noise yang merupakan suatu sinyal gangguan yang bersifat akustik (suara), elektris, maupun elektronis yang hadir dalam suatu sistem (rangkaian listrik/ elektronika) dalam bentuk gangguan yang bukan merupakan sinyal yang diinginkan. Noise biasanya terjadi pada saat kita mengirimkan pesan singkat melalui telepon genggam, lalu pesan singkat tersebut terkirim di waktu yang cukup lama.


3. Apa perbedaan metode pengamanan layanan telematika antara perangkat yang menggunakan kabel dengan perangkat wireless?

Sebuah metode browsing jaringan disediakan untuk browsing video atau audio data yang di tembak oleh sebuah IP. Jaringan video atau audio metode browsing sesuai mencangkup langkah-langkah dari:
a. Menjalankan sebuah program splikasi komputetr local untuk mendapatkan kode identifikasi yang disimpan dalam kamera IP.
b. Transmisi untuk mendaftarkan kode identifikasi ke DDNS (Dinamic Domain Name Server) oleh program aplikasi.
c. Mendapatkakn kamera IP pribadi alamat dan alamat server pribadi sehingga pasangan IO kamera dan control kamera IP melalui kamera IP pribadi, dan
d. Kopel ke layanan server melalui alamat server pribadi sehina untuk mendapatkan video atau audio dari yang ditembak oleh kamera IP, dimana server layanan menangkap video atau audio data yang ditembak oleh kamera IP melalui Internet.

»»  READ MORE...
Tuesday, December 24, 2013

Artphoria 2013

Last Saturday, my bf and me went to a trick art exhibition, named with "artphoria" 2013. But wait, have you ever heard about that before? What is Artphoria? Artphoria is a 3D art exhibition at Ciputra Artpreneur Center from Dec 14, 2013 until Jan 26, 2014 with 1 international artist (Kurt Wenner) and 5 local artists (Hendra “Hehe” Harsono, Rotua Magdalena, Diela Maharani, Zaky Arifin and Nady Azhry). The most attractive artwork is from Kurt Wenner with his popular 3D Pavement Art.
Check it out!


at Wenner's work
at Wenner's work
at Zaky Arifin's work


me as beautiful woman, lol :p


 
the ticket
Ticket price:
Weekday
Child : Rp. 50.000,- Adult : Rp. 75.000,-
Weekend
Child : Rp. 60.000,- Adult : Rp. 90.000,-

We entered the exhibition by paying Rp 60.000 (child category, because we are under 23 yo) and showing our ID card. One word: Great!


»»  READ MORE...
Wednesday, December 4, 2013

Penerapan Sistem Terdistribusi di Perusahaan i2 Integration

Penerapan Sistem Terdistribusi di Perusahaan i2 Integration



 

Anggota Kelompok :
                          15110078    Novie Kartika Watuna
                          58410289    Senja Wahyu Putri Ananda


Kelas 4KA22
Jurusan Sistem Informasi
Fakultas Ilmu Komputer dan Teknologi Informasi
Universitas Gunadarma
2013


1)   Profil perusahaan
I2 Integration (www.i2-integration.co.id) adalah penyedia jasa Customer Relation Management (CRM) di bidang jasa promosi dan perusahaan multimedia yang didirikan pada tahun 2005 di Jakarta. I2 Integration merupakan sebuah perusahaan yang kegiatannya seperti pembuatan aplikasi mobile dalam berbagai platform (Android, iOS, Blackberry platform, Windows Phone). Selain itu juga membuat SMS blasting dengan sender ID, Web design, Web development, dan SEO.

2)   Desain sistem terdistribusi yang diterapkan & penjelasan
Salah satu contoh penerapan sistem terdistribusi pada perusahaan I2 Integration yaitu Source Code Management.

Source Code Management
Source Code Management adalah sebuah manajemen dimana semua source code aplikasi ditempatkan pada sebuah server. Pada saat developer ingin melakukan penambahan modul maupun bug fixing aplikasi, maka developer dapat mengakses source code tersebut pada server dengan menggunakan tools yang ada kemudian  dengan cara menariknya ke local mereka untuk di develop pada oleh masing masing developer. Setelah developer berpikir bahwa source code tersebut sudah sesuai dengan requirement yang diinginkan atau dikatakan sudah fix maka source code tersebut dicommit kembali ke server, sementara binary source code tersebut diletakkan pada web server yang ada di server. Dengan begitu developer yang lain tidak perlu menggunakan USB untuk menambahkan source code yang telah di develop oleh developer yang lain, mereka hanya perlu melakukan update lewat tools subversion yang telah ada.


3)   Software yang digunakan
Dalam pembuatan aplikasi yang dibuat oleh developer I2-Integration pada saat mengambil source code suatu aplikasi menggunakan software Tortoise SVN.
SVN adalah kependekan dari Subversion. Tortoise SVN adalah alat untuk sumber repositori dan open source. Sangat mudah untuk menginstal Tortoise SVN yang efisien dan cepat, SVN membuat repositori dalam struktur yang sangat sederhana dari direktori yang sangat mudah untuk menyalin dan mem-backup.
TortoiseSVN adalah perangkat lunak gratis untuk klien subversi pada platform Microsoft Windows yang dapat digunakan untuk mengontrol / mengatur perubahan informasi.
Perangkat ini merupakan piranti kritis bagi para pemrogram, yang biasanya meluangkan waktunya membuat beberapa perubahan kecil pada perangkat lunak dan lalu membatalkan atau memeriksa beberapa dari perubahan itu di hari berikutnya. Hal ini dikarenakan satu tim dari para pengembang itu mungkin bekerja secara bersamaan (simultan) pada file yang sama - sehingga sistem yang baik agar dapat melihat perubahan yang dilakukan diperlukan untuk mengatur potensi kekacauan.

Salah satu alasan mengapa TortoiseSVN populer adalah bentuk plugin/extension untuk Explorer sehingga terintegrasi dengan folder management di Windows.
1) Instalasi dari Subversion: Anda dapat men-download Subversion dan SVN Tortoise dari website resmi dan menginstalnya. Pertama menginstal subversion dan kemudian menginstal SVN.Oleh karena itu, disarankan untuk menginstal rilis terbaru dari kedua perangkat lunak.
2) Konfigurasi Tortoise: Sebelum meneruskan lebih lanjut, lebih baik untuk melakukan perubahan konfigurasi kecil di Tortoise dan itu adalah untuk mengubah nama svn repositori lokal untuk _svn dari svn.. Pertama pastikan untuk menginstal Tortoise, kemudian arahkan ke Explorer dan klik kanan pada file atau folder apapun. Sekarang, masuklah ke Tortoise SVN>> Pengaturan dan memeriksa penggunaan _svn di tempat. svn pada tab General.
3) Membuat repositori baru dengan Tortoise SVN: Sekarang untuk membuat repositori cukup membuat folder baru dan klik kanan, pergi ke TortoiseSVN>> Buat Repositori di sini seperti yang ditunjukkan pada gambar di bawah ini. Anda perlu mengatur beberapa izin juga untuk repositori ini. Untuk mengatur izin mengkonfigurasi file svnserve.conf yang akan memungkinkan akses hanya diizinkan untuk repositori dan menyediakan akses menulis hanya untuk pengguna yang disetujui. Juga mengedit file password dan menambahkan user baru yang ingin Anda izinkan.

4) New Top Level Folder: Sekarang membuat satu folder baru dalam repositori dan menemukan folder itu ke project di Explorer. Anda perlu melakukan Checkout dengan menggunakan Tortoise untuk folder repositori yang sudah dibuat. Gunakan Tortoise untuk menambahkan file dari Explorer dan akhirnya diubah. Lakukan langkah dengan membuka TortoiseSVN>> Memilih Repo Browser. Gunakan pilihan Create Folder untuk membuat folder.
Sekarang cek dengan meng-klik kanan pada folder yang telah dibuat. Pilih Checkout seperti yang ditunjukkan pada gambar di bawah ini:

Semua proses ini pada dasarnya menempatkan root folder di bawah source control sehingga kini Anda dapat menambahkan file dan folder secara individual dan sangat mudah. Di sini tidak ada yang benar-benar akan diperiksa, namun telah menandai bahwa folder tersebut sekarang diketahui oleh SVN.
5) Kembalilah dan periksa folder lagi jika memiliki ikon hijau sepanjang dengan itu.
6) Buat salinan lokal dari Repository: Ikuti langkah-langkah berikut:
* Pilih salah satu direktori di mana Anda ingin membuat local copy
* Klik kanan di dalamnya dan pilih checkout.
7) Menjalankan Tortoise SVN: Sekarang Anda telah melakukan segalanya untuk mengatur source kontrol. Perlu diingat bahwa Subversion menggunakan Copy-Modify-Merge yang berarti Anda dapat mengubah sumber file kapan saja karena file ini tidak pernah terkunci. Anda bisa mengedit file apapun dan SVN akan melacak perubahan yang dibuat oleh Anda. Anda dapat menggunakan SVN tortoise untuk melihat perubahan yang dibuat.Perubahan file akan ditampilkan dengan ikon merah untuk peringatan yang menunjukkan bahwa Anda telah mengubah file dan belum diperbarui.
8) Commit: Tanda merah berarti file tersebut menunjukan belum di-commit. Anda perlu untuk meng-commit file tersebut. Anda bisa melakukan perubahan Anda ke server tetapi jika Anda ingin menerima perubahan yang dilakukan oleh pengguna lain maka dibutuhkan update secara eksplisit pada file individu atau seluruh direktori.
9) Semua perubahan akan diupdate secara otomatis ke server. Anda juga dapat memeriksa perbedaan terhadap salinan pada localhost dan membandingkan dengan yang di server.

4)   Layanan yang diberikan sistem
TortoiseSVN adalah benar-benar mudah untuk menggunakan kontrol Revisi / kontrol versi / sumber kontrol perangkat lunak untuk Windows. Hal ini didasarkan pada Subversion. TortoiseSVN menyediakan antarmuka pengguna yang bagus dan mudah untuk Subversion.
GUI: Graphical access Subversion tersedia melalui SVN Tortoise yang merupakan perpanjangan dari shell explorer. Interface ini memberikan hak untuk menggunakan hampir semua perintah dari Subversion melalui menu Explorer Konteks. Developer dapat mengontrol file sehubungan dengan struktur direktori yang sebenarnya.
Ini dikembangkan di bawah GPL. Yang berarti itu benar-benar gratis, termasuk source code. TortoiseSVN dapat digunakan untuk mengembangkan aplikasi komersial atau hanya menggunakannya di perusahaan tanpa pembatasan. Karena itu bukan integrasi untuk IDE tertentu seperti Visual Studio, Eclipse atau orang lain, Anda dapat menggunakannya dengan apapun alat pengembangan yang Anda suka.
Sebagai klien Subversion, TortoiseSVN memiliki semua fitur dari Subversion sendiri, termasuk:
     * Kebanyakan fitur CVS saat ini.
     * Direktori, mengganti nama, dan file meta-data yang berversi.
     * Berkomitmen benar-benar atom.
     * Bercabang dan penandaan yang murah (waktu konstan) operasi.
     * Efisien penanganan file biner.
5)   Manfaat yang diberikan sistem pada perusahaan
a)      Version Control
Version control dapat membantu tim developer software untuk menyediakan akses  kepada setia anggota tim tanpa harus saling menimpakan pekerjaan anggota tim yang lain, seperti yang terjadi jika tim developer menggunakan sharing folder. Hal hal yang mampu dilakukan oleh version control antara lain:
i)         Mencatat perubahan yang terjadi pada code dan pembuat perubahan
ii)       Menyediakan fungsi undo untuk mengembalikan keadaan code ke titik tertentu
iii)     Melihat riwayat perubahan code, dari awal pembuatan hingga seperti sekarang
iv)     Memungkinkan penulisan code secara parallel tanpa ada kejadian anggota tim menimpa pekerjaan anggota tim yang lain
b)      Repository dapat digunakan sebagai backup
Repository atau source code yang ada pada server dapat menjadi backup jika terjadi kesalahan / kehilangan source code yang terjadi pada computer local programmer. Selama programmer selalu melakukan commit setiap menyelesaikan suatu pekerjaan maka source code tersebut juga selalu ada di server. Begitu pula sebaliknya, jika terjadi kerusakan / malfunction pada server, maka repository terbaru yang ada pada programmer dapat diletakkan kembali ke server untuk digunakan sebagai penampung data.
c)       Project Manager dapat melihat produktivitas tiap anggota dalam suatu project
Dengan adanya subversion yang memungkinkan pembuatan tiket, timeline dan roadmap maka project manager dapat menggunakan fitur tersebut untuk mengetahui sejauh mana kinerja membernya untuk menyelesaikan suatu modul. Selain itu dengan penggunaan fitur tiket, timeline dan roadmap ini maka SDLC untuk pengembangan software juga akan terjaga. Begitu pula track dan system design dari aplikasi yang dibuat.
Contoh timeline :
Contoh tiket :
Contoh roadmap :
d)      User management
Dengan menggunakan SVN memungkinkan seorang project manager  untuk menentukan siapa siapa saja yang dapat mengakses repository yang dimilikinya, begitu pula dengan hak aksesnya. Apakah user tersebut hanya dapat melihat repository atau apakah user tersebut dapat memanipulasi repository yang ada. Repository yang dimiliki tersebut juga dapat diatur privilagenya. Apakah terbuka untuk umum atau apakah private untuk kalangan developer sendiri.

»»  READ MORE...
 

Template by Web Hosting Reviews